Mathematics

Http://Duniasoal.com
Kombinasi Linear Vektor-Vektor
Definisi : Suatu vektor w disebut suatu kombinasi linear dari vektor-vektor v1,v2,...,vjika dapat dinyatakan dalam bentuk
w = k1v1 +k2v2+.....+krvr
dengan k1,k2,..., kr adalah skalar.
 
Jika r = 1, maka persamaan dalam definisi diatas menjadi w = k1v1; yaitu w adalah suatu kombinasi linear dari suatu vektor tunggal v1 jika w adalah suatu penggandaan skalar dari v1.
Contoh :


 Setiap vektor v = (a,b,c) dalam R3 dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi linear  dari vektor-vektor berbasis standar.
i = (1,0,0),                    j = (0,1,0)                    k = (0,0,1)
karena
v = (a, b, c) = a(1, 0, 0) + b(0, 1, 0) + c(0, 0, 1) = ai + bj + ck
2.      Tinjau vektor u = (1, 2, -1) dan v = (6, 4, 2) dalam R3. Tunjukkan bahwa w = (9, 2, 7) adalah kombinasi linear dari u dan v.
Agar w menjadi kombinasi linear dari u dan v, haruslah ada skalar k1 dan k 2 sedemikian sehingga w= k1u + k2v ; yaitu :
(9, 2, 7) = k1(1, 2, -1) + k 2(6, 4, 2)
atau
(9, 2, 7) = (k1 + 6 k 2, 2 k1 + 4 k 2, - k1 + 2 k 2 )
Dengan menyamakan komponen-komponen yang  berpadanan, kita akan mendapatkan :
k1 + 6 k 2 = 9
2 k1 + 4 k 2 = 2
- k1 + 2 k 2 = 7
Menyelesaikan sistem ini akan menghasilkan k1 = -3, k 2 = 2 sehingga w = -3u + 2v
Demikian juga, agar w menjadi suatu kombinasi linear dari u dan v, harus ada skalar k1 dan k2 sedemikian sehingga w= k1u + k 2v ; yaitu ,
(4, -1, 8) = (k1 + 6 k 2, 2 k1 + 4 k 2, - k1 + 2k 2 )
Dengan menyamakan komponen-komponen yang berpadanan, kita akan mendapatkan
k1 + 6 k 2 = 4
2 k1 + 4 k 2 = -1
- k1 + 2k 2 = 8
Sistem persamaan ini tidak konsisten sehingga tidak ada skalar k1 dan k 2 yang memenuhinya. Akibatnya w bukanlah suatu kombinasi linear dari u dan v.




STATISTIKA NONPARAMETRIK
A.     Pendahuluan

Pada pembahasan sebelumnya, metoda statistika telah digunakan untuk persoalan dimana populasinya dimisalkan mempunyai atau mengikuti distribusi tertentu yang diketahui bentuknya. Pasa umunya telah dimisalkan bahwa populasinya berdistribusi normal. Akan tetapi, tidak selalu kita dapat memperoleh kepastian kenormalan, sehingga dengan demikian asumsi kenormalan tidak selalu dapat dijamin penuh. Kalau metoda statistika bersifat ajeg terhadap asumsi kenormalan, yaitu pelanggaran moderat terhadap syarat kenormalan, tetapi tidak akan mengganggu banyak dan tidak membahayakan kesimpulan-kesimpulan yang dibuat apabila metoda statistika itu digunakan.
Metoda statistika nonparametrik, atau kadang-kadang disebut pula metoda statistika bebas distribusi merupakan cara pengujian yang tidak berdasar pada pengetahuan tentang distribusi populasi yang dibicarakan.
Kelebihan dan Kelemahan Uji Nonparametrik
a.       Kelebihan-kelebihan uji nonparametrik :
1.      Perhitungan singkat dan mudah dikerjakan
2.      Data tidak selalu berbentuk kuantitatif, tetapi dapat berbentuk kualitatif
3.      Lebih sedikit dibebani anggapan yang membatasi dibanding dengan uji parametrik padanannya.
b.      Kelemahan uji nonparametrik :
1.      Tidak menggunakan semua keterangan yang tersedia dalam sampel.
2.      Uji nonpatametrik kurang efisien dibandingkan dengan cara parametrik padanannya jika kedua metode dapat digunakan.
3.      Jika uji parametrik dan nonparametrik keduanya dapat dilakukan pada himpunan yang sama, maka gunakan teknik parametrik. Tetapi jika anggapan kenormalan tidak berlaku dan data kualitatif maka gunakan nonparametrik.


B.     Uji Tanda
Dalam banyak eksperimen, kita sering ingin membandingkan pengaruh hasil dua perlakuan. Untuk data yang berpasangan, satu sebagai hasil perlakuan A dan satu lagi hasil perlakuan B, ternyata untuk membandingkan kedua hasil perlakuan itu dapat digunakan uji tanda. Uji ini sangat baik apabila syarat-syarat berikut dipenuhi :
a.       Pasangan hasil pengamatan yang sedang dibandingkan bersifat independen.
b.      Maing-masing pengamatan dalam tiap pasang terjadi karena pengaruh kondisi yang serupa.
c.       Pasangan yang berlainan terjadi karena kondisi yang berbeda.
Sebagaimana namanya menyatakan, uji tanda ini dilakukan berdasarkan tanda, yakni + dan – yang didapat dari selisih nilai pengamatan. Misalkan hasil pengamatan Xi dan Yi masing-masing terjadi karena perlakuan A dan B. Sampel berukuran N dapat ditulis sebagai (Xi, Yi), (X2, Y2), …. , (XN, YN). Selanjutnya bentuk selisih-selisih (Xi -Yi), (X2 - Y2), … , (XN - YN), Jika Xi > Ykita beri tanda + (positif), jika Xi < Ykita beri tanda - (negatif), sedangkan untuk Xi =Ykita abaikan pasangan tersebut.
Untuk menolak atau menerima hipotesis H0 dalam taraf nyata 0,01 atau 0,05 telah disedikan tabel Nilai Kritis h untuk Uji Tanda. Daftar tersebut berisikan hatga-harga h sebagai batas kriteria pengujian untuk harga n yang didapat. Kriteria tersebut adalah : tolak H0 jika hatga h dari perhitungan lebih kecil atau sama dengan harga h yang didapat dari daftar untuk taraf nyata yang dipilih. Dalam hal lainnya H0 diterima.

Nilai Kritis h untuk Uji Tanda
n
α
n

α
n

α
0,01
0,05
0,01
0,05
0,01
0,05
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
-
-
0
0
0
0
1
1
1
2
2
2
3
3
3
4
4
4
5
5
6
6
6
7
7
7
8
8
9
9
0
0
0
1
1
1
2
2
2
3
3
4
4
4
5
5
5
6
6
7
7
7
8
8
9
9
9
10
10
11
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65

9
10
10
11
11
11
12
12
13
13
13
14
14
15
15
15
16
16
17
17
17
18
18
19
19
20
20
20
21
21
11
12
12
12
13
13
14
14
15
15
15
16
16
17
17
18
18
18
19
19
20
20
21
21
21
22
22
23
23
24
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
22
22
22
23
23
24
24
25
25
25
26
26
27
27
28
28
28
29
29
30
30
31
31
31
32
32
33
33
34
34
24
25
25
25
26
26
27
27
28
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
Sumber : Dixon, W.J. dan Massey, Jr, F.J Introduction to Statistical Analysis, Mc Graw-Hill Inc., 1969.



Contoh :
HASIL DUA MACAM KACANG TANAH PER RUMPUN
DARI 20 LOKASI ( DALAM ONS )
Lokasi
(1)
Macam X
(2)
Macam Y
(3)
Tanda
(Xi -Yi)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
3,4
3,7
2,8
4,2
4,6
3,8
3,6
2,9
3,0
3,8
4,0
3,9
3,8
4,2
4,7
4,0
3,6
3,2
3,4
2,9
3,0
3,9
3,2
4,6
4,3
3,4
3,5
3,0
2,9
3,7
3,7
4,0
3,5
4,5
3,9
3,7
3,2
2,9
3,0
3,6
+
-
-
-
+
+
+
-
+
+
+
-
+
-
+
+
+
+
+
-

Kolom akhir berisikan tanda (Xi -Yi) yang memberikan h =  7 untuk tanda yang terjadi paling sedikit, ialah tanda negative. Dengan n = 20  dan α = 0,05, dari daftar tabel nilai kritis h untuk uji tanda didapat h = 5. Dari pengamatan diperoleh h = 7 dan ini lebih besar dari 5. Jadi hipotesis bahwa hasil kedua macam kacang tanah sama tidak dapat ditolak pada taraf nyata 0,05.
            Apabila n lebih besar dari 95, maka harga h dapat dihitung dengan jalan mengambil bilangan bulat terkecil yang lebih dari : ½ ( n – 1 )- k (n+1)^1/2
dengan k = 1, 2879 untuk α = 0,01 dan k = 0,9800 untuk α = 0,05.
Contoh : Misalkan hasil penelitian menghasilkan n = 150 dan h = 60. Untuk α = 0,05 maka :
½ ( n – 1 )- k (n+1)^1/2  = ½ (150 -1) – (0,98) (150+1)^1/2 = 62,4578
Dari sini didapat h = 62 sehingga h dari penelitian yang sama dengan 60 lebih kecil dari 62. Jadi kita tolak hipotesis bahwa tidak ada perbedaan antara pengaruh kedua perlakuan.



DAFTAR PUSTAKA
Usman, Husaini dan Purnomo, Setyadi Akbar.2006. Pengantar Statistika. Jakarta : Bumi Aksara.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung : Tarsito.
www.slideshare.net/kikyofrea/bnp01uji-tanda-sign-test





Prediksi Soal SNMPTN  2012 – Matematika Dasar
Prediksi Soal no. 1 :
soal
soal snmptn
Prediksi Soal no. 2 :
Bila soal snmptn, maka x :
soal snmptn
Prediksi Soal no. 3 :
Nilai semua x yang memenuhi
soal snmptn
dengan bilangan a > 1, adalah ….
soal snmptn
Prediksi Soal no. 4 :
Agar ketiga garis 3x +2y +4 = 0, x – 3y +5 = 0 dan  2x +(m+1)y-1 = 0
berpotongan di satu titik maka nilai m haruslah …
(A) –3                   (C) 3                   (E) 6
(B) 2                     (D) 4
Prediksi Soal no. 5 :
5. Persamaan garis yang melalui titik potong garis-garis 6x –10y– 7 = 0 dan 3x + 4y – 8 = 0 dan tegak lurus dengan garis kedua adalah ….
image

Pembahasan ........
Check this out!!!











GARIS TEGAK LURUS BIDANG
  Garis Tegak Lurus Bidang
Salah satu hubungan yang penting antara sebuah garis dan sebuah bidang, adalah hubungan ketegalurusan.
Definisi :
Sebuah garis tegak pada sebuah lurus bidang  jika garis itu tegak lurus pada semua garis yang terletak pada bidang tersebut.
Sifat :
Jika sebuah garis tegak lurus pada dua garis berpotongan yang terletak pada sebuah bidang, maka garis itu akan tegak lurus pada bidang tersebut.



 
 
Jika garis g tegak lurus bidang h, sedangkan garis x, y dan z sembarang garis yang terletak pada bidang h, maka g tegak lurus x, g tegak lurus y dan g tegak lurus z.

Sedangkan jika garis g tegak lurus dengan garis a dan b yang berpotongan, sedang garis a dan garis b terletak pada bidang h, maka g tegak lurus bidang h.

 
Dengan demikian, bahwa jika sebuah garis tegak lurus sebuah bidang dapat dibuktikan bahwa garis tersebut tegak lurus pada dua garis berpotongan yang terletak pada bidang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar